Monday, November 2, 2009

Manusia dan Mitos

MEMBONGKAR MITOS

Manusia adalah makhluk yang mempunyai akal dan pikiran serta kecerdasan karena ia mempunyai akal budi, sayangnya akal budi manusia tidak seluruhnya menjadikan kesejahteraan bersama karena dibutuhkan sebuah cerminan nilai untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.

Pendahuluan
Tingkat kesadaran manusia menurut paolo freire dapat di golongkan atas lima (5) macam tetapi agar lebih sederhana dapat digolongkan atas tiga(3) bagian penting,yaitu antara lain :

1. Tidak Sadar, yakni individu yang tidak mengetahui permasalahan, sehingga ia tidak mengerjakan yang seharusnya dikerjakan menurut mereka yang telah sadar
2. Naif, tingkat kesadaran semu, yang berarti seorang individu yang telah mengetahui permasalahan tetapi tidak melaksanakan, yang benar sesuai dengan yang dia tahu.
3. Sadar, tingkat kesadaran yang menunjukkan bahwa individu telah mengetahui permasalahan sehingga ia melakukan usaha-usaha untuk keluar dari persoalannya.
Dan sering kali kita mengenal kata radikal, revolusioner…….apa itu…?....sebenarnya tidak lain adalah cerminan kesadaran manusia pada tahapan manusia sadar.

Mengapa ini terjadi.........? Mau tidak mau kita jujur bahwa ketidak sadaran itu muncul karena kurangnya informasi(basis materi) yang diterima oleh masing-masing individu. Karenanya adalah bijaksana ketika kita ingin menuntaskan segala mitos yang ada di kepala kita, maka kita harus banyak menerima ilmu pengetahuan(materi lain).

MITOS DAN DAMPAKNYA
Mitos adalah suatu keyakinan yang diterima begitu saja oleh individu (manusia) tanpa pernah menguji nilai-nilai kebenarannya. Contoh mitos adalah banyak sekali, saya harap mari kita semua membuka diri atas (pengalaman hidup) kita, sehingga dari uraian cerita itu dapat kita mengerti betapa berpengaruhnya mitos yang telah menggorogoti (menginteralisir) dalam diri kita masing-masing.
Contoh M i t o s : Bagaimana laowomaru dalam menyatukan pulau nias dengan daratan sumatera (m i t o s ) Laowomaru memiliki suatu kekuatan yang terletak pada rambutnya atau manusia yang memiliki kekuatan pada rambutnya yang ingin menyatukan pulau nias dengan daratan sumatera tetapi mengalami kegagalan setelah dicukur/dipotong rambutnya oleh beberapa orang yang tidak senang atau sepakat dengan perbuatannya maka dengan macam protesnya Laowomaru gagal menyatukan pulau Nias dengan daratan Sumatara, mitos ini berkembang menjadi berbagai macam mitos-mitos lain, yang ternyata terjawab sekarang itu adalah sebuah m i t o s belaka.

Dengan demikian mitos hanya akan disebut mitos ketika keyakinan akan sesuatu tersebut telah di gagalkan oleh argumentasi yang lebih faktual dan teruji kebenarannya. Untuk menggagalkan inilah di gunakan sebutan rentetan pikiran yang argumentatif yakni berpikir kritis.

Dari pengalaman hidup kita pasti akan menemukan banyak mitos yang telah mengkoptasi pikiran-pikiran budaya kita, sehingga kalau kita bandingkan dengan rekan-rekan yang telah terbongkar mitos akan jelas terlihat perbedaan yang mencolok soal sistematika berpikirnya. Sedangkan inti dari tak terbongkarnya mitos kita adalah penindasan yang kita alami, kalaupun tidak penindasan yang paling memungkinkan terjadi adalah ketidakmampuan kita dalam mensejahterahkan hidup kita sendiri.

Seringkali perintah orangtua, saudara, guru, bahkan pendeta (pastor) menjengkelkan kita. Betapa tidak rasionalnya ketika kita memaksa diri untuk menerima doktrin dari orang lain.
Secara umum gambaran penindasan itu akan dinilai dari kita lahir, sekolah (sampai perguruan tinggi), kerja, lalu setelah berkeluarga, anehnya sebagai umat juga kita pernah ditindas.

Karenanya marilah kita bercerita ria mengenai hidup kita dengan jujur dan berani karena kita semua bersahabat, percayalah dengan mencoba jujur maka kita telah menjadi orang yang sadar.
Referensi lanjutan :
• Silakan baca buku yang berjudul pendidikan yang membebaskan (teori pembebasan oleh paulo Freire).
• Agama sains dan tekonologi.

Perangkat yang di perlukan oleh pemateri yaitu :
1. Kertas buram dibagikan kepada peserta pelatihan/pendidikan dan seterusnya,pemateri mengajak peserta bercerita tentang :
a. Pengalaman hidup dari kecil( umur) TK,SD,SLTP,SMU,KULIAH………………
b. Cita-cita hidup
c. Tentang orang tua dalam perannya sebagai ayah/ibu :(sifat,karakter,cara mengasuh si anak dalam keluarga) serta saudara perempuan/laki

No comments:

Post a Comment